Loker : HRGA Staff 📍 Placement: Lamongan   Perempuan, dengan pengalaman minimal 1 tahun di bidang HRGA Pendidikan minimal D3/S1 Memahami dan mampu menerapkan kebijakan serta prosedur HRGA Memiliki pengetahuan yang baik tentang peraturan ketenagakerjaan

📩 Send your updated CV to:
murih.hermawan@japfa.com

Ubah Sampah jadi Uang Kuliah: Kolaborasi Wings Peduli dan ATMI Cikarang

Hallo Pabrikers, Bekerja sama dengan ATMI Cikarang dan Yayasan Mahija Parahita Nusantara, Yayasan Wings Peduli mendaur ulang bahan tutup botol menjadi produk yang dapat digunakan kembali untuk beasiswa dan menempatkan pemulung sebagai garda depan dalam pengelolaan sampah.

Feb 22 2024, 03:00

Cikarang,-

Hallo Pabrikers, Bekerja sama dengan ATMI Cikarang dan Yayasan Mahija Parahita Nusantara, Yayasan Wings Peduli mendaur ulang bahan tutup botol menjadi produk yang dapat digunakan kembali untuk beasiswa dan menempatkan pemulung sebagai garda depan dalam pengelolaan sampah. Inisiatif ini didukung oleh Yayasan Wings Peduli yang bergerak di bidang plastik . percuma secara produktif, sejalan dengan tema Hari Sadar Sampah Nasional (HPSN) 2024. Perwakilan Wings Cares Foundation Sheila Kansil mengatakan kolaborasi strategis menjadi kunci peningkatan produktivitas pengelolaan sampah plastik Wings memaksimalkan kreativitas dan keterampilan mahasiswa dalam membuat furniture dan souvenir plastik. “Mereka dapat segera menggunakan keuntungan finansial untuk memenuhi kebutuhan pendidikan tinggi mereka.

”Namun, di sektor akar rumput, kami menyambut para pahlawan pengelolaan sampah, yaitu para pemulung, yang bekerja sama dengan Yayasan Mahija Parahita Nusantara untuk memastikan bahwa layanan kesehatan terdistribusi dan kebutuhan dasar terpenuhi,” kata Sheila, Selasa (20/2/2024).

Dalam kerja sama ini, Wings mendonasikan satu ton tutup botol untuk didaur ulang di Pedul. Tutup botol tersebut kemudian dilebur melalui proses pencampuran dan diolah menjadi berbagai produk baru, seperti meja dan kursi kopi, ubin bahkan lukisan. Hasil penjualan produk daur ulang ini menjadi sumber beasiswa bagi puluhan pelajar miskin di ATMI Cikarang.

Kolaborasi ini juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk meningkatkan keterampilannya yang dilakukan langsung di studio daur ulang ATMI. Memeriahkan momen HPSN 2024, pemerintah mendorong kolaborasi multisektor untuk mencari solusi berkelanjutan terhadap permasalahan sampah plastik, menjembatani sektor ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup. Ketua Kampus Kementerian Ilmu Terapan ATMI Universitas Cikarang Kristiono Puspo menekankan dampak strategis dari kerjasama ini.

"Bekerja sama antara sektor swasta dan lembaga pendidikan, kami menghadirkan inovasi yang mengubah sampah plastik menjadi peluang beasiswa 'kasih sayang' bagi keluarga kurang mampu dan menjembatani isu lingkungan dan industri," ujarnya.

Layanan kesehatan dan sembako gratis bagi Pemulung

Dalam rangka meningkatkan produktivitas pengelolaan sampah plastik berkelanjutan, Yayasan Wings Peduli juga memberikan perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat sampah. Sebagai langkah awal, program "Mahija Sana Spirito" dari Yayasan Mahija Parahita Nusantara akan didukung.

Ini adalah program yang memberikan layanan kesehatan gratis untuk meningkatkan taraf hidup. Selain kegiatan pendukung di wilayah Jabodetabek, sebanyak 1.500 paket sembako telah didistribusikan selama dua bulan. Hingga saat ini, Yayasan Wings Peduli telah melatih lebih dari 20.000 masyarakat untuk memesan dari rumah di berbagai wilayah Indonesia.

Kegiatan membersihkan sungai, laut dan sungai bersama masyarakat, mendorong pembangunan fasilitas pengelolaan sampah seperti TPS, menyediakan mobil sampah dan tempat sampah kepada petugas DLH bahkan membuka bank sampah di kawasan padat penduduk Jakarta. keluar.




source kompas.com

Berita Terkait

No Posts Found