Loker : HRGA Staff ðŸ“ Placement: Lamongan   Perempuan, dengan pengalaman minimal 1 tahun di bidang HRGA Pendidikan minimal D3/S1 Memahami dan mampu menerapkan kebijakan serta prosedur HRGA Memiliki pengetahuan yang baik tentang peraturan ketenagakerjaan

📩 Send your updated CV to:
murih.hermawan@japfa.com

Transformasi Tenaga Kerja, Ancaman AI Mengintai 40% Pekerjaan Terancam di Sektor Ini

Hallo Pabrikers, Dana Moneter Internasional (IMF) telah mengeluarkan peringatan keras tentang teknologi kecerdasan buatan (AI).

Jan 18 2024, 05:00

Jakarta,-

Hallo Pabrikers, Dana Moneter Internasional (IMF) telah mengeluarkan peringatan keras tentang teknologi kecerdasan buatan  (AI). IMF memperkirakan bahwa 40% pekerjaan di seluruh dunia akan terkena dampak perbaikan AI. IMF memperkirakan bahwa negara-negara berpendapatan tinggi menghadapi risiko yang lebih besar dibandingkan negara-negara berkembang dan berpendapatan rendah sehubungan dengan dampak peningkatan penggunaan AI. 

Dikutip dari CNBC, Selasa (16/01/2024): IMF meyakini bahwa dalam banyak kasus AI cenderung memperburuk ketimpangan secara keseluruhan. Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva meminta para pembuat kebijakan untuk mengatasi tren yang mengkhawatirkan ini.

Ibu Cristalina meminta negara-negara besar untuk secara proaktif mengambil tindakan nyata untuk mencegah AI semakin meningkatkan ketegangan sosial. 

“Kita berada di ambang revolusi teknologi yang berpotensi meningkatkan produktivitas, memacu pertumbuhan global, dan meningkatkan pendapatan di seluruh dunia. Namun hal ini juga akan menghancurkan lapangan kerja dan meningkatkan kesenjangan. Ada kemungkinan bahwa hal ini akan menjadi lebih buruk lagi. serius,” kata Cristalina. 

Ternyata 60% pekerjaan  di negara maju bisa terkena dampak AI.Namun, negara-negara tersebut juga harus mampu meningkatkan produktivitas melalui integrasi AI. 

Namun, Cristalina yakin bahwa negara-negara berkembang dan  berpendapatan rendah memiliki kemungkinan lebih kecil untuk menghadapi  gangguan akibat AI dalam jangka pendek. Risikonya lebih rendah karena banyak dari negara-negara tersebut diketahui kekurangan infrastruktur tenaga kerja terampil untuk menerapkan AI. 

IMF juga mengatakan bahwa AI dapat berdampak pada kesenjangan pendapatan dan kekayaan dalam suatu negara dan memperingatkan adanya polarisasi dalam kelompok pendapatan. Pekerja yang dapat memanfaatkan manfaat AI akan meningkatkan produktivitas dan upah, sedangkan pekerja yang tidak dapat memanfaatkan manfaat AI akan semakin tertinggal.




source finance.detik.com

Berita Terkait

No Posts Found