Transformasi Cikarang Menjadi Kawasan Perkotaan
Hallo Pabrikers, Pemerintah Kabupaten Bekasi mengambil langkah serius untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi masyarakat dengan melaksanakan perencanaan wilayah di wilayah Cikarang.
Cikarang,-
Hallo Pabrikers, Pemerintah Kabupaten Bekasi mengambil langkah serius untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi masyarakat dengan melaksanakan perencanaan wilayah di wilayah Cikarang. Pj Gubernur Bekasi Dani Ramdan mengumumkan kawasan tersebut akan bertransformasi menjadi kawasan perkotaan produktif berbasis sektor industri ramah lingkungan.
“Kawasan Cikarang pada akhirnya akan menjadi kawasan perkotaan yang ramah lingkungan, produktif, efisien dan berbasis sektor industri, komersial, jasa dan administrasi,” kata Dani.
Upaya tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah provinsi untuk melaksanakan penataan ruang yang terorganisir dan berkualitas serta memfasilitasi kepastian hukum dan perizinan masyarakat.“Kami juga berkomitmen untuk memeriksa seluruh iuran agar disesuaikan dengan peraturan Bupati untuk kemudian ditetapkan sesuai ketentuan hukum RDTR (Perencanaan Detail Tanah) yang berlaku saat ini,” ujarnya.
Untuk meningkatkan efektivitas kebijakan perencanaan wilayah, Manajer Dinas Cipta Karya dan Perencanaan Wilayah Kabupaten Bekasi Beny Sugiarto mengungkap rencana optimalisasi di beberapa sub wilayah antara lain Cikarang Utara, Cikarang Selatan, dan Cikarang Pusat. Beny menjelaskan, perencanaan wilayah terutama mengenai tiga subwilayah dengan tujuan untuk menumbuhkan perekonomian masyarakat. Bersamaan dengan peraturan dan perizinan pembangunan, tujuan kebijakan perencanaan wilayah adalah menciptakan sarana dan prasarana pendukung yang mendukung pertumbuhan ekonomi.
“Kemudian nantinya kawasan-kawasan tersebut dapat digabungkan dan kawasan-kawasan tersebut dapat diklasifikasikan sesuai dengan potensi pertumbuhan yang ada,” kata Beny.
Ajo Subarjo, Camat Hegarmukti, Kabupaten Cikarang Pusat, melihat peluang pengembangan potensi pariwisata dan sosial budaya di wilayahnya. Menurut Ajo, terdapat potensi wisata industri, wisata alam, dan budaya, seperti Situ Rawa Binong yang memiliki daya tarik tersendiri.
“Di daerah kita terdapat potensi kawasan alam seperti Situ Rawa Binong. Ada juga sanggar pengembangan dan pelestarian budaya kuno yang menjadi daya tarik,” ujarnya.
Ajo berharap adanya regulasi tentang Perencanaan Detail Daerah (RDTR) dapat mendorong pembangunan di wilayahnya, beliau juga menekankan pentingnya pengalihan lahan untuk fasilitas sosial dan umum yang masih tertunda agar dapat digunakan untuk pembangunan seperti pembangunan Situ Rawa Binong yang seharusnya menjadi destinasi wisata air dan merevitalisasi perekonomian kota dan masyarakat setempat.
“Kalau pembangunan Situ Rawa Binong ini diserahterimakan, bisa lebih baik lagi. Kedepannya bisa menjadi destinasi wisata air serta terdapat arena pacuan kuda dan tempat parkir bagi pengunjung sehingga pembangunan ini dapat menumbuhkan perekonomian. dari masyarakat setempat,” ujarnya.
source radarbekasi.id