Toyota Innova Zenix Hybird Made In Karawang Perdana Ekspor ke 27 Negara
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita secara resmi melepas ekspor perdana kendaraan elektrifikasi Toyota Kijang Innova Zenix Hybird ke 27 Negara termasuk Australia.
Karawang,-
Hallo Pabrikers, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita secara resmi melepas ekspor perdana kendaraan elektrifikasi Toyota Kijang Innova Zenix Hybird. Kendaraan ini akan diekspor ke 27 negara termasuk Australia dengan jumlah 2.000 unit di tahun 2023.
"Ini membuktikan bahwa produk Indonesia mampu menembus pasar Australia yang terkenal memiliki spesifikasi yang ketat terkait dengan spesifikasi bahan bakar, emisi dan keamanan," kata Menperin Agus saat melepas ekspor Toyota Kijang Innova Zenix di Karawang, Jawa Barat, Selasa (21/2).
Oleh karena itu, Menperin Agus mengapresiasi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang tidak pernah kehilanhan ide untuk melakukan inovasi baik dari segi produk maupun teknologi.
"Toyota menjadi satu-satunya merek otomotif yang tidak pernah kehilangan ide untuk melakukan inovasi produk dan teknologi," terangnya.
Dirinya pun mengapresiasi komitmen investasi TMMIN di Indonesia yang mencapai Rp77,9 triliun sampai dengan tahun 2022 dengan komitmen tambahan investasi mencapai Rp27,1 triliun hingga tahun 2026.
"Dengan investasi tersebut, kapasitas produksi di PT TMMIN per tahun telah mencapai 320 ribu unit kendaraan serta 440 ribu unit engine dan part yang diproduksi pada 4 pabrik di Karawang dan Sunter dengan total jumlah tenaga kerja saat ini mencapai 8.003 karyawan," papar Menperin Agus.
Sementara itu, PT TMMIN juga telah melakukan ekspor mencapai 136.000 unit CBU pada tahun 2022. Secara komulatif total ekspor sampai dengan tahun 2022 mencapai lebih dari 2 juta unit CBU ke lebih dari 100 negara di Timur Tengah, Afrika, Asia Selatan, Asia Tenggara, Asia Timur, Amerika Latin, Oceania, dan Australia.
"Kendaraan elektrifikasi menjadi bagian dari target ekspansi ekspor Toyota Indonesia ke depan, dimulai dari ekspor kendaraan hybrid yang diproduksi secara lokal," katanya.
Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono mengatakan, ekspor Kijang Innova Zenix Hybird ini menandai peningkatan level kapabilitas dan keunggulan industri manufaktur otomotif nasional melalui aktivitas ekspor produk berteknologi tinggi ke level berikutnya.
"Ekspor perdana Kijang Innova Zenix ini tidak mungkin tercapai tanpa dukungan penuh dari Pemerintah Indonesia, kemitraan yang kuat dari seluruh rantai pasok kami termasuk industri kecil dan menengah (IKM), dan dukungan masyarakat," kata Warih.
Pada tahun 2023, TMMIN menargetkan ekspor Kijang Innova Zenix sebanyak lebih dari 8.000 unit dengan komposisi 30% tipe HEV dan 70% tipe internal combustion engine (ICE) ke negara-negara di kawasan Asia, Afrika, Amerika Latin, dan Timur Tengah.
Diharapkan, ekspor Innova Zenix ini akan terus meningkat dari tahun ke tahun dengan target 17,000 unit di 2025 untuk tipe hybrid dan konvensional.
"Ekspor perdana kendaraan elektrifikasi Kijang Innova Zenix Hybrid ini, merupakan bagian dari upaya Toyota Indonesia untuk turut serta dalam mencapai target pemerintah yaitu dekarbonisasi. Ekspor mobil utuh ini juga tentunya termasuk baterai elektrifikasi yang dirakit lokal di pabrik kami di Karawang," papar Warih.
Dikesempatan yang sama, Direktur Hubungan Eksternal TMMIN Bob Azam menyebut bahwa ekspor Kijang Innova Zenix Hybrid juga memperkuat posisi Toyota Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor global Toyota di kawasan Asia-Pasifik.
"Kami akan terus meningkatkan kualitas produk-produk kami kedepannya agar semakin diterima oleh konsumen Indonesia dan mancanegara," kata Bob.
Lebih lanjit, dirinya menjelaskan, ekspor perdana ini pun membuktikan kemampuan sumber daya manusia (SDM) bangsa dalam menghasilkan produk otomotif berteknologi tinggi yang berkualitas dan berdaya saing.
"Kedepannya, kami akan terus meningkatkan kapabilitas SDM industri otomotif nasional, terutama untuk mempertajam keahlian yang dibutuhkan dalam menjawab tantangan era elektrifikasi seperti baterai, energi baru terbarukan termasuk hydrogen, konektivitas, dan banyak lagi, serta mempertahankan peran Indonesia sebagai pemain global,” tutupnya. (*)
Source: industry.co.id