Serapan Tenaga Kerja Masih Rendah, Pemkab Karawang Lakukan Strategi Ini
Pemprov Jawa Barat menetapkan UMK 2023 Karawang sebesar Rp 5.176.178,07 atau naik di kisaran 7% dibanding tahun 2022. Atas penetapan itu, Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana mengharapkan tingginya UMK bisa sejalan dengan serapan tenaga kerja.
Karawang,-
Hallo Pabrikers, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan upah minimum kabupaten (UMK) 2023 Karawang sebesar Rp 5.176.178,07 atau naik di kisaran 7% dibanding tahun 2022 lalu sebesar Rp 4.798.312,00. Dengan kenaikan tersebut, UMK Karawang menjadi yang tertinggi di Jawa Barat bahkan tertinggi di Indonesia.
Atas penetapan itu, Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana mengharapkan tingginya UMK bisa sejalan dengan serapan tenaga kerja yang ada di Kabupaten Karawang.
"Alhamdulillah Karawang ditetapkan menjadi daerah dengan UMK tertinggi secara nasional. Kami ingin agar ini sejalan dengan tingkat penyerapan tenaga kerja," kata Cellica, pada Senin (12/12/2022).
Dikatakannya, wilayah Karawang ditetapkan sebagai kawasan industri nasional sejak 2003. Perkembangan investasi di Karawang juga terus meningkat dengan banyak berdiri kawasan industri dan perusahaan-perusahaan ternama.
Akan tetapi memang saat ini mayoritas investasi padat modal dan teknologi sehingga membuat serapan tenaga kerja masih tergolong rendah.
"Untuk itu kami berencana melakukan MoU dengan industri kecil menengah dan UMKM untuk mensuplai kebutuhan industri besar, agar ada serapan kerja dari berbagai bidang industri," katanya.
Selain itu, kata Cellica, pihaknya juga terus memaksimalkan lowongan kerja yang bisa diakses secara online dengan aplikasi loker online, dengan harapan memangkas oknum-oknum calo. Pihaknya juga melakukan pelatihan calon tenaga kerja khususnya yang bagi baru lulus sekolah.
"Di Balai Latihan Kerja (BLK), anak-anak lulus sekolah kami latih skill-nya agar ada kesesuaian link and match antara kebutuhan dan permintaan tenaga kerja dari industri," tutur Cellica.
Di samping itu, pihaknya terus mendorong jalinan kerjasama, serta memfasilitasi sekolah-sekolah baik SMK negeri maupun swasta agar lulusannya bisa langsung diserap oleh pabrik-pabrik di Karawang. Program peningkatan kapasitas dan link and match, baginya menjadi ujung tombak agar angkatan kerja dan serapan kerja terus meningkat.
"Kami terus berupaya, agar anak-anak Karawang bisa bekerja di daerahnya sendiri," ujarnya.
Cellica menambahkan, tentunya pelatihan menjadi pengusaha juga pihaknya terus berupaya agar keahlian mereka justru bisa menjadikan lapangan kerja bagi orang lain. Maka dihadirkan kebijakan permodalan usaha melalui Dinas Koperasi dan UMKM berupa barang yang diberikan kepada para pelaku UMKM.
Lalu, memfasilitasi KUR perbankan, memberikan fasilitas sarana prasarana dan pelatihan-pelatihan bagi para pelaku usaha tani dan perikanan termasuk petani kopi yang ada di wilayah selatan Kabupaten Karawang. (*)
Source: Bekasi-Tribunnews