Loker : HRGA Staff 📍 Placement: Lamongan   Perempuan, dengan pengalaman minimal 1 tahun di bidang HRGA Pendidikan minimal D3/S1 Memahami dan mampu menerapkan kebijakan serta prosedur HRGA Memiliki pengetahuan yang baik tentang peraturan ketenagakerjaan

📩 Send your updated CV to:
murih.hermawan@japfa.com

Ratusan Perajin Tahu di Kabupaten Karawang Mogok Produksi

Karawang,- Halo Pabrikers, Aksi mogok produksi tahu dan tempe meluas ke berbagai daerah hari ini, salah satunya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Ratusan perajin tahu di sana melakukan mogok produksi buntut dari melonjaknya harga kedelai impor.

Feb 22 2022, 01:00

Karawang,-

Halo Pabrikers, Aksi mogok produksi tahu dan tempe meluas ke berbagai daerah hari ini, salah satunya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Ratusan perajin tahu di sana melakukan mogok produksi buntut dari melonjaknya harga kedelai impor.

Sidik Rillah (40), salah satu perajin tahu di Kampung Kepuh, Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat, menuturkan aksi mogok dilakukan serentak se-Jawa Barat selama tiga hari sejak hari ini hingga Rabu.

"Imbauan dari Kopti (Koperasi Pedagang Tahu dan Tempe Indonesia) Jawa Barat, semuanya libur," kata Sidik di pabrik miliknya, Senin (21/2).

Sidik berharap harga kedelai segera turun agar para perajin bisa melakukan produksi kembali. Selama ini, para perajin tahu menggunakan bahan baku kedelai impor. Namun beberapa waktu lalu, harga kedelai impor melonjak naik dari yang biasanya Rp 9.500 per kg sampai jadi Rp 11.500 per kg. Naiknya bahan baku kedelai membuat para perajin dilema.

"Harga yang sebelumnya saja konsumen sudah berat, apalagi keadaan sekarang. Kami juga tidak bisa memperkecil bentuk tahu, karena kalau diperkecil, harga produksi membengkak. Kalau menyesuaikan dengan harga bahan baku, kami takut tahu produksi kami tidak laku," katanya.

Sebelum harga bahan baku kedelai naik, dalam sehari pabrik milik Sidik rata-rata memproduksi tiga kuintal tahu, paling sedikit 270 kilogram.

"Saat ini produksi cuma 110 kilogram per hari," sambungnya.

Sidik biasa menjual potongan tahu ukuran kira-kira segenggam tangan dengan harga Rp 4.500. Bahan baku tahu terdiri dari kayu bakar, kunyit, garam, dan kedelai. Hanya kedelai yang impor.

Di pasaran, bahan baku kedelai impor tidak mengalami kelangkaan. Hanya memang harganya melonjak naik.

"Kami masih tunggu instruksi dari Kopti Jabar terkait kelanjutan aksi mogok kalau harga kedelai belum juga turun," katanya.

Sementara itu terpisah, Subkoord Sub Subtansi Akabi (Aneka Kacang dan Umbi) pada Dinas Pertanian Karawang Dyah Setya Wuryani menuturkan, sepanjang 2021, Kabupaten Karawang memproduksi 2.000 ton kedelai. Namun kedelai itu tidak digunakan sebagai bahan baku oleh perajin tahu dan tempe.

"Perajin pakai kedelai impor. Kedelai lokal kurang laku. Alasannya, karena kedelai impor lebih besar bijinya dan lebih bersih. Padahal meski kedelai lokal bijinya lebih kecil, tapi kandungan gizi, lemak, dan protein lebih kaya," katanya.

Ribuan ton produksi kedelai itu sebagian besar dipasarkan untuk bahan baku edamame, sejenis camilan dari kedelai muda. Sebagian lagi dibeli oleh pabrik berskala besar.(*)

Source : Kumparan

Berita Terkait

No Posts Found