Loker : HRGA Staff 📍 Placement: Lamongan   Perempuan, dengan pengalaman minimal 1 tahun di bidang HRGA Pendidikan minimal D3/S1 Memahami dan mampu menerapkan kebijakan serta prosedur HRGA Memiliki pengetahuan yang baik tentang peraturan ketenagakerjaan

📩 Send your updated CV to:
murih.hermawan@japfa.com

MG Motor Indonesia Siap Beroperasi Di Cikarang Awal 2024

Pabrik MG di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat akan beroperasi pada awal tahun 2024. MG menggunakan fasilitas perakitan milik induk perusahaan, Shanghai Automotive Industry Corporation (SAIC). Akankah MG berbagi lini produksi dengan anak perusahaan SAIC lainnya, Wuling?

Nov 18 2023, 06:00

Cikarang,-


Hallo Pabarikers, Pabrik MG di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat akan beroperasi pada awal tahun 2024. MG menggunakan fasilitas perakitan milik induk perusahaan, Shanghai Automotive Industry Corporation (SAIC). Akankah MG berbagi lini produksi dengan anak perusahaan SAIC lainnya, Wuling?

Marketing & PR Director MG Motor Indonesia Arief Syarifudin menjelaskan kendati sama-sama menggunakan fasilitas perakitan milik SAIC, MG sudah memiliki jalur produksi sendiri. Bahkan, untuk membuat fasilitas perakitan buat MG ini ada investasi khusus.

"Kita menggunakan SAIC facility, di Cikarang. Memang fasilitas itu juga digunakan oleh entity yang lain. Tapi MG punya line yang memang khusus buat (produksi mobil) MG," bilang Arief, Rabu (15/11/2023).

"Jadi investment SAIC (di Indonesia) itu sangat luar biasa, more than Rp 10 triliun dan kita memanfaatkan SAIC facility. Mungkin nanti di Januari 2024, saya bisa ajak teman-teman media melihat produksi ZS EV dan 4 EV yang notabene harusnya sudah mulai," sambung Arief.

Arief menjelaskan, nilai investasi sebesar Rp 10 triliun itu digunakan untuk membuat fasilitas perakitan SAIC, di mana khusus buat MG, angkanya sebesar Rp 4 triliun dari total nilai investasi tersebut.

Sebagai informasi, pabrik MG di Cikarang, Bekasi, bisa memproduksi mobil sebanyak 100 ribu unit per tahun. Tidak hanya mobil listrik, pabrik ini juga tetap memproduksi mobil konvensional bermesin pembakaran dalam alias internal combustion engine.

"Jadi line ini tak terbatas hanya electric vehicle. Balik lagi, dominasi 60% electric vehicle itu yang akan memang terpenuhi. Tapi seperti yang sudah sampaikan, 40%-nya akan mobil bermesin internal combustion," bilang Arief.


Source:detik.com

Berita Terkait

No Posts Found