Loker : HRGA Staff 📍 Placement: Lamongan   Perempuan, dengan pengalaman minimal 1 tahun di bidang HRGA Pendidikan minimal D3/S1 Memahami dan mampu menerapkan kebijakan serta prosedur HRGA Memiliki pengetahuan yang baik tentang peraturan ketenagakerjaan

📩 Send your updated CV to:
murih.hermawan@japfa.com

Krisis Chip Semikonduktor Mitsubishi yang Bikin Pusing Otomotif Dunia

Dunia otomotif kini sedang dilanda masalah, kekurangan pasokan chip semikonduktor perangkat keping kecil berisi rangkaian elektronik yang dibutuhkan untuk memproduksi berbagai jenis mobil kekurangan barang sekecil ini berpotensi membuat produsen mobil merugi hingga triliunan rupiah.

Jun 09 2021, 05:40

CIKARANG,-

Hallo Pabrikers, dunia otomotif kini sedang dilanda masalah, kekurangan pasokan chip semikonduktor perangkat keping kecil berisi rangkaian elektronik yang dibutuhkan untuk memproduksi berbagai jenis mobil kekurangan barang sekecil ini berpotensi membuat produsen mobil merugi hingga triliunan rupiah.

Kelangkaan chip yang dibuat dari bahan semikonduktor dimulai saat industri otomotif disapu ombak pandemi Covid-19. 

Pabrik mobil terpaksa ditutup karena diminta pemerintah dalam tindakan pencegahan penularan di kalangan pekerja atau penyelamatan diri agar tidak tertular Covid-19, sehingga pembelian mobil berkurang drastis, dan menimbulkan pembuatan chip untuk otomotif menjadi langka.

Menurut Reuters "kelangkaan juga diperparah sanksi Amerika Serikat kepada perusahaan teknologi China."

Kelangkaan ini awalnya terkonsentrasi di industri otomotif namun belakangan menyebar ke berbagai produsen termasuk ponsel, lemari, es ,dan microwave.

Kelangkaan membuat banyak produsen panik dan melakukan pembelian besar untuk stop kekurangan ini kemudian menekan kapasitas produksi dan menaikkan biaya bahkan buat komponen chip termurah yang akhirnya bikin mahal produksi. 

Kekurangan semikonduktor dan dampaknya terhadap produksi akan menjadi lebih buruk. Sehinggga Ford menjelaskan telah mengantisipasi kondisi kelangkaan lebih parah pada kuartal kedua dan dikatakan masih akan berlanjut sampai akhir 2022. Estimasi kerugian pada tahun ini disebut hingga USS 2,5 miliar. (tk)

Berita Terkait

No Posts Found