Loker : HRGA Staff 📍 Placement: Lamongan   Perempuan, dengan pengalaman minimal 1 tahun di bidang HRGA Pendidikan minimal D3/S1 Memahami dan mampu menerapkan kebijakan serta prosedur HRGA Memiliki pengetahuan yang baik tentang peraturan ketenagakerjaan

📩 Send your updated CV to:
murih.hermawan@japfa.com

Job Fair "Bekasi Siap Kerja" Ricuh, Cek Fakta-Faktanya!

Hallo Pabriekrs, Ribuan pencari kerja memadati job fair expo "Bekasi Pasti Kerja" yang digelar di President University Convention Center, Kawasan Jababeka, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Selasa (27/5). Acara yang menjadi harapan banyak penganggur ini berubah ricuh akibat membludaknya pengunjung yang diperkirakan mencapai 25.000 orang, melampaui kapasitas.

Mei 27 2025, 09:35

Cikarang,-

Hallo Pabriekrs, Ribuan pencari kerja memadati job fair expo "Bekasi Pasti Kerja" yang digelar di President University Convention Center, Kawasan Jababeka, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Selasa (27/5). Acara yang menjadi harapan banyak penganggur ini berubah ricuh akibat membludaknya pengunjung yang diperkirakan mencapai 25.000 orang, melampaui kapasitas.

Puluhan pencari kerja dilaporkan pingsan usai berdesakan sejak pagi hari. Petugas kesehatan mengevakuasi mereka ke area yang lebih aman dan memberikan penanganan medis berupa oksigen. Hingga siang, panitia masih berupaya mengurai antrean, membuka jalur tambahan, dan menenangkan massa.

Sejak subuh, ribuan pelamar telah antre di sekitar lokasi. Saat pintu dibuka, antrean langsung berubah menjadi dorong-dorongan yang menyulitkan panitia dan aparat keamanan. Seorang pencari kerja, Farhan Gumilar (25), warga Cibitung, mengaku datang sejak pukul 06.30. Ia menganggur sejak lulus sekolah tahun 2019 dan mengaku sudah mencoba berbagai cara untuk mendapatkan pekerjaan, termasuk melalui agen penyalur kerja yang tidak membuahkan hasil.

Kericuhan juga terjadi saat panitia menempelkan pamflet berisi kode QR yang memuat informasi lowongan kerja dari perusahaan peserta. Salah satu pencari kerja dilaporkan merebut pamflet tersebut, memicu emosi pelamar lain yang juga antre untuk memindai kode QR. Ketegangan meningkat hingga sempat terjadi aksi saling dorong dan adu mulut. Beberapa peserta terhimpit dan mengalami pingsan.

Petugas ambulans dan tenaga medis yang bersiaga langsung memberikan pertolongan. Menurut saksi mata, tidak ada laporan luka serius, namun banyak peserta mengalami kelelahan dan pingsan karena berdesakan dan suhu panas di lokasi.

Sejumlah pihak menilai panitia kurang siap mengantisipasi lonjakan massa. Banyak peserta menyarankan agar pelaksanaan job fair berikutnya dibagi dalam beberapa titik dan tidak dipusatkan di satu lokasi.

Bupati Bekasi, Ade Kuswara, menyatakan bahwa pihaknya tidak menyangka antusiasme masyarakat akan sebesar ini. Dalam job fair ini, tersedia 2.517 lowongan pekerjaan dari 64 perusahaan, sementara jumlah pencari kerja yang hadir mencapai 25.000 orang. Ia menyebut kondisi ini menjadi beban moral bagi pemerintah daerah.

Ade menegaskan akan memanggil para pimpinan kawasan industri untuk menambah kuota lowongan di gelaran berikutnya. Ia juga mendorong 7.000 perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Bekasi agar lebih berkontribusi dalam membuka lapangan kerja. Dengan jumlah penduduk mencapai 3,2 juta jiwa, menurutnya, sinergi dunia usaha sangat dibutuhkan untuk menekan angka pengangguran. (*)

Berita Terkait

No Posts Found