Loker : HRGA Staff 📍 Placement: Lamongan   Perempuan, dengan pengalaman minimal 1 tahun di bidang HRGA Pendidikan minimal D3/S1 Memahami dan mampu menerapkan kebijakan serta prosedur HRGA Memiliki pengetahuan yang baik tentang peraturan ketenagakerjaan

📩 Send your updated CV to:
murih.hermawan@japfa.com

Jakarta Hadapi Lonjakan Pengangguran Hampir 1.000% di Tengah Gelombang PHK

Hallo Pabrikers, Jakarta menghadapi lonjakan pengangguran yang mencengangkan hampir 1.000% pada paruh pertama tahun 2024, seiring dengan meluasnya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di seluruh Indonesia. Kondisi ini mencerminkan melemahnya ekonomi domestik yang membuat banyak perusahaan kesulitan mempertahankan karyawan mereka.

Agu 02 2024, 13:15

Jakarta,–

Hallo Pabrikers, Jakarta menghadapi lonjakan pengangguran yang mencengangkan hampir 1.000% pada paruh pertama tahun 2024, seiring dengan meluasnya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di seluruh Indonesia. Kondisi ini mencerminkan melemahnya ekonomi domestik yang membuat banyak perusahaan kesulitan mempertahankan karyawan mereka.

Data terbaru dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menunjukkan bahwa pada periode Januari hingga Juni 2024, sebanyak 32.064 tenaga kerja mengalami PHK, meningkat 21,4% dibandingkan 26.400 PHK pada periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini mencerminkan dampak serius dari ketidakstabilan ekonomi terhadap pasar kerja.

Sektor teknologi, khususnya perusahaan rintisan atau startup, menjadi salah satu kontributor utama terhadap gelombang PHK. Fenomena yang dikenal sebagai tech winter ini mulai mempengaruhi industri teknologi sejak pandemi Covid-19, dan berlanjut seiring dengan penurunan kondisi ekonomi global dan domestik.

Selain sektor teknologi, industri tekstil juga menghadapi krisis yang serupa. Banyak perusahaan tekstil di Indonesia yang terpaksa melakukan PHK massal, mengakibatkan lebih dari belasan ribu karyawan kehilangan pekerjaan. Beberapa pekerja masih menunggu kejelasan mengenai pesangon mereka, menambah ketidakpastian yang mereka hadapi.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) Ristadi mengungkapkan bahwa antara Januari dan awal Juni 2024, setidaknya 10 perusahaan di sektor tekstil telah melakukan PHK massal. Dari jumlah tersebut, enam perusahaan menutup pabrik, sementara empat lainnya melakukan efisiensi jumlah pegawai. Total karyawan yang terkena PHK dari 10 perusahaan tersebut mencapai sekitar 13.800 orang. Ristadi menambahkan bahwa jumlah tersebut mungkin lebih tinggi karena tidak semua perusahaan transparan mengenai langkah PHK mereka.

Data menunjukkan bahwa Jakarta menjadi provinsi dengan angka PHK tertinggi, mencapai 7.469 tenaga kerja yang terkena dampak. Ini mencerminkan lonjakan hampir 1.000% dibandingkan dengan 683 PHK yang tercatat pada periode yang sama tahun lalu.

Provinsi Banten berada di urutan kedua dengan 6.135 tenaga kerja yang terkena PHK, sementara Jawa Barat berada di posisi ketiga dengan 5.155 tenaga kerja yang kehilangan pekerjaan.

Kondisi ini menambah tekanan bagi pemerintah dan lembaga terkait untuk segera menangani masalah pengangguran dan merumuskan kebijakan pemulihan ekonomi yang efektif. Langkah-langkah strategis diperlukan untuk mengatasi dampak PHK dan mendukung stabilitas pasar kerja di tengah ketidakpastian ekonomi. (*)





Source : cnbcindonesia.com

Berita Terkait

No Posts Found