Gelar Sarasehan, APINDO Kab. Bekasi: Komunikasi Cikal Bakal Bangun Hubungan Industri
Hallo Pabrikers, Asosasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kab. Bekasi telah menggelar kegiatan sarasehan yang bertajuk “Kiat Membina Hubungan Industrial yang Sehat Dan Efektif Untuk Menciptakan Lingkungan Kerja Di Perusahaan yang Kondusif dan Produktif” di Conference Room Office MM2100 yang dihadiri oleh puluhan perwakilan perusahaan, pada Selasa (26/09/23).
Cikarang,-
Hallo Pabrikers, Asosasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kab. Bekasi telah menggelar kegiatan sarasehan yang bertajuk “Kiat Membina Hubungan Industrial yang Sehat Dan Efektif Untuk Menciptakan Lingkungan Kerja Di Perusahaan yang Kondusif dan Produktif” di Conference Room Office MM2100 yang dihadiri oleh puluhan perwakilan perusahaan, pada Selasa (26/09/23).

Sutomo, Ketua Umum Apindo dalam pemaparan materinya meyampaikan bahwa hubungan industri sudah mulai samar dimana hubungan antar elemen sudah mulai memiliki fokus sendiri.
“Pada saat ini jika dilihat hubungan industri sudah mulai samar bentuknya, dimana pemerintah selalu fokus terhadap regulasi untuk melindungi pekerja dan pengusaha, perusahaan terus fokus pada kompetensi untuk meningkatkan produktifitas perusahaan, dan pekerja yang selalu menuntun kesejahteraan,” ucap Sutomo.
Ia pun menyampaikan bahwa hubungan industrial ini memerlukan sebuah landasan yang kuat dan juga sangat mengimplemntasikan nilai-nilai bangsa.
“Tentu dengan begitu, dibutuhkanlah sebuah landasan hubungan industri yang mencerminkan budaya bangsa dan hubungan yang merupakan manifestasikan nilai-nilai Pacasila, maka dari itu perlu diaktualisasikannya Hubungan Industrial Pancasila,” katanya.
Sutomo pun menambahkan bahwa dengan hadirnya HIP tripartit tidak berjalan masing-masing, namun akan bersinergi dalam menciptakan ketentraman pada dunia industri.
“Dengan adanya HIP para pemerintah, pengusaha dan karyawan akan berjalan berdampingan dan saling bahu-membahu dalam menciptakan hubungan yang harmonis, dinamis dan berkelanjutan,” tambahnya.
Idrus Wakil Ketua Umum DPP KSPSI & MPO DPP FSP LEM menyebutkan alasan kuat terjadinya permasalahan-permasalahan yang ada di dunia industri
“Yang selalu menjadi masalah di hubungan industri ialah disebabkan oleh kurangnya komunikasi antara pengusaha dan pekerja,” sebutnya

Ia pun memberikan contoh membangun komunikasi melalui pengalamannya selama berkarir di perusahaan.
“Contoh kecil membangun hubungan tidak usah dari hal mewah, cukup dengan hal sederhana seperti coba ajak makan nasi padang dengan pembawaan yang tenang dan merangkul tentu pekerja juga akan senang dan memberikan timbal balik yang baik,” katanya.
Isye Parlina, HR Manager PT Panasonic Gobel Energy Indonesia memberikan sedikit tips bagaimana perusahan mereka membangun hubungan industri yang baik antara perusahan dan pekerja.
“Sudah benar apa yang disampaikan oleh pak Tomo (Sutomo) dan pak Idrus yang paling penting ialah sebuah komunikasi. Kami di PECGI sendiri rutin ngopi bareng serta diskusi dengan para PUK dan alhmadulillah menghasilkan hal baik,” tuturnya.
Ia pun menambahkan bahwa cara membina hubungan yang baik tentu perlu disediakannya sarana dan prasarana yang baik guna karyawan nyaman dan semakin produktif bekerja.
“Di kami (PECGI) tentu kami sediakan fasilitas dan nyaman dan juga ada wadah bagi para pekerja menyalurkan hobi mereka. Juga terdapat pelatihan yang membuat para pekerja dapat meningkatkan keterampilan dan bisa mempersiapkan masa depannya salah satunya ada karyawan kami mengikuti keterampilan dalam merias, lalu setelah dia menyelesaikan masa baktinya, Ia sukses menjadi MUA sekarang,” tambahnya.
Sementara itu, Damsiar Manager HRGA PT. Sunstar Engineering Indonesia menjelaskan bahwa membangun industri tidak perlu terburu-buru, namun harus memerhatikan pendekatan apa yang paling pas dalam mengecek.
“Terkadang kita lupa, bahwa tujuan dalam membangun hubungan industri yang baik itu tidak ujug-ujug. Semua bertahap, pertama dimulai dari menciptakan ketenangan dulu. Jadi sebagai orang perusahaan kita perlu mappinng (memetakan) mengenai apa aja yang akan mengganggu,” jelasnya.
Ia pun sepakat dengan para narasumber lainnya bahwa cikal bakal membangun hubungan industri ialah komunikasi.
“Lagi-lagi seperti apa yang disampaikan para narasumber sebelumnya bahwa komunikasi merupakan point penting dalam menciptakan hubungan industri,” tandasnya. (RP)
