Gandeng IKAPEKSI , Japan Foundation Sosialisasikan Kurikulum Irodori
Hallo Pabrikers, Ikatan Alumni Kenshusei Indonesia (IKAPEKSI) menjalin kerja sama strategis dengan Japan Foundation dalam rangka menyosialisasikan dan menerapkan kurikulum "Irodori", sebuah metode pengajaran bahasa Jepang terbaru yang dirancang untuk mempermudah siswa mencapai kelulusan dalam ujian kemampuan bahasa Jepang tingkat N5 dan N4.
Bekasi,-
Hallo Pabrikers, Ikatan Alumni Kenshusei Indonesia (IKAPEKSI) Â menjalin kerja sama strategis dengan Japan Foundation dalam rangka menyosialisasikan dan menerapkan kurikulum "Irodori", sebuah metode pengajaran bahasa Jepang terbaru yang dirancang untuk mempermudah siswa mencapai kelulusan dalam ujian kemampuan bahasa Jepang tingkat N5 dan N4. Hal Ini terungkap dalam pertemuan antara DPP IKAPEKSI-Japan Foundation di kantor DPP IKAPEKSI di Kawasan Industri Jababeka, Bekasi (26/8) . Hadir dalam pertemuan ketum Pranyoto Widodo, Waketum Soeroyo Edy Suharyawan dan jajaran pengurus lainnya. Sementara , pihak Japan Foundation terdiri dari Nagase yuta selaku asissten director dan beberapa sensei .Â
Kurikulum ini diperkenalkan dalam forum sosialisasi yang diselenggarakan oleh Japan Foundation dan dihadiri perwakilan IKAPEKSI serta para pengajar (sensei) dari berbagai Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Dalam kegiatan tersebut, Japan Foundation memperkenalkan "Irodori" sebagai materi ajar yang dikembangkan secara khusus untuk mendukung kelulusan ujian bahasa Jepang internasional melalui pendekatan yang lebih praktis dan mudah dipahami.
“Irodori ini merupakan metode pembelajaran baru yang memudahkan siswa untuk memahami materi bahasa Jepang, khususnya bagi pemula yang menargetkan kelulusan pada level N5 atau N4” kata Rezki, salah satu pengajar dari Japan Foundation.Â
Sebagai tahap awal, program ini akan melibatkan puluhan pengajar (sensei) dari berbagai wilayah yang dimotori oleh jaringan IKAPEKSI. Para pengajar ini akan mengikuti pelatihan intensif melalui Zoom Meeting yang akan berlangsung dalam 9 sesi pertemuan, termasuk sesi tatap muka terakhir yang direncanakan akan dilaksanakan secara online maupun offline di Jakarta.
Peserta pelatihan akan dibagi menjadi empat kelompok kecil untuk memaksimalkan diskusi dan interaksi. Pelatihan ini bersifat gratis dan terbuka bagi pengajar dengan minimal satu tahun pengalaman mengajar, tanpa batasan usia.
“Kami ingin memberikan pelatihan berkualitas kepada para pengajar agar dapat mengimplementasikan kurikulum Irodori secara efektif. Harapannya, seluruh LPK di bawah naungan IKAPEKSI bisa mengadopsi metode ini untuk meningkatkan keberhasilan siswa dalam menghadapi ujian kemampuan bahasa Jepang,” jelas Edy Suharyawan dari IKAPEKSI.
Ketua Umum IKAPEKSI Pranyoto Widodo menyambut positif inisiatif ini dan menilai kurikulum Irodori sebagai solusi yang relevan dalam mendukung perkembangan kompetensi siswa. Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi jangka panjang dengan Japan Foundation untuk memastikan kurikulum ini dapat diterapkan secara merata di seluruh LPK di bawah koordinasi IKAPEKSI.
“Kami melihat ini sebagai bentuk kemitraan yang strategis. Selain memudahkan pengajaran, metode ini juga akan sangat membantu siswa dalam mempersiapkan diri menghadapi ujian sertifikasi bahasa Jepang. Kami siap mendukung penyebarluasan kurikulum ini ke seluruh wilayah,” ujar Pranyoto.Â
Dengan dimulainya registrasi peserta sejak hari ini, IKAPEKSI menargetkan pelatihan akan segera berlangsung sesuai jadwal. Ke depan, program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun sistem pendidikan bahasa Jepang yang lebih efisien, inklusif, dan berstandar internasional di Indonesia. (*)