Digitalisasi Industri Manufaktur Sebagai Pilihan Untuk Efisiensi Biaya
Hallo Pabrikers, Bank BRI dan Jurnalkawasan.com telah menggelar acara Corporate Gathering dengan tajuk “Cost Reduction Strategy and Efficiency Improvement For Manufacturing Companies” di gelar di Ballroom Nuanza Hotel and Convention, Cikarang pada hari Rabu (16/08/23).
Cikarang,-
Hallo Pabrikers, Bank BRI dan Jurnalkawasan.com telah menggelar acara Corporate Gathering dengan tajuk “Cost Reduction Strategy and Efficiency Improvement For Manufacturing Companies” di gelar di Ballroom Nuanza Hotel and Convention, Cikarang pada hari Rabu (16/08/23). Acara ini dihadiri oleh hampir 100 top middle up management mulai dari HR dan Finance Manager hingga Direktur berbagai perusahaan.

Selain dihadiri oleh berbagai perwakilan perusahaan, acara ini juga turut mengundang narasumber-narasumber terkemuka diantaranya Joko Sutopo (Digital Transformation & Operational Excellence Practitioner), Hepy Setya Prewastono (Finance Business Partner Global ETO APAC, MEA & SAM Region at Schneider Electric) dan Anton Hendaranata (Chief Economist of Bank BRI).
Pada pemaparannya Joko Sutopo mengatakan bahwa digitalisasi adalah salah satu cara untuk bisa mengefesiensikan biaya perusahaan. Hal tersebut telah dicobanya, pada saat bekerja sebagai direktur di salah satu perusahaan elektrik.
“Semuanya real time jadi kita tidak perlu nunggu bulanan untuk menghitung pengeluarannya, digitalisasi ini penting untuk mengangkat beberapa pengeluaran yang tidak perlu,” jelas Sutopo.
Senada dengan Sutopo, Hepy Setya juga menuturkan bahwa perusahaan yang sudah memiliki posisi keuangan yang baik sudah saatnya untuk mulai masuk ke dalam dunia digital.
“Masuknya ke dunia digital selain meningkatkan efesiensi biaya, tentu dapat membuat perusahaan menjadi kompetitif dan bertumbuh atau growth dan tadi sudah dijelaskan (Sutopo) bahwa banyak software atau AI yang dapat digunakan,” tuturnya.

Sementara itu, Anton menjelaskan bahwa masih terdapat dampak dari pandemi covid-19 kemarin, dimana ketika perekonomian telah pulih pada 2021 namun nyatanya me “restart” perekonomian bukanlah hal yang mudah.
“Kegiatan produksi terlambat sedangkan demandnya sudah melonjak dan suplai belum mampu memenuhi kebutuuhan hingga terjadinya inflasi terus-terusan, jadi dengan kata lain inflasi sangat menghantui pemulihan ekonomi pasca pandemi,” jelasnya.
Anton pun setuju dengan pernyataan kedua narasumber sebelumnya mengenai digitalisasi.
“Sudah saatnya perusahaan memasuki digital ekonomi, namun melakukan digital ekonomi mesti berhati-hati jangan sampe journeynya tidak jelas dan justru akan jadi boomerang,” tegas Anton
Acara kemudian dilanjutkan dengan foto bersama dan ditutup dengan pembagian doorprize.
