Loker : HRGA Staff 📍 Placement: Lamongan   Perempuan, dengan pengalaman minimal 1 tahun di bidang HRGA Pendidikan minimal D3/S1 Memahami dan mampu menerapkan kebijakan serta prosedur HRGA Memiliki pengetahuan yang baik tentang peraturan ketenagakerjaan

📩 Send your updated CV to:
murih.hermawan@japfa.com

BSU Tahap 6 Belum Cair Hari Ini? Berikut Penjelasan Kemnaker

Kementerian Ketenagakerjaan mengaku belum dapat memastikan waktu pencairan BSU subsidi gaji tahap 6. Sekjen Kemenaker Anwar Sanusi mengatakan, pihaknya masih menunggu data calon penerima bantuan subsidi upah tahap 6 dari pihak BPJS Ketenagakerjaan.

Okt 18 2022, 03:30

Jakarta,-

Hallo Pabrikers, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mengaku belum dapat memastikan waktu pencairan BSU subsidi gaji tahap 6. Sekretaris Jenderal Kemenaker Anwar Sanusi mengatakan, pihaknya masih menunggu data calon penerima bantuan subsidi upah tahap 6 dari pihak BPJS Ketenagakerjaan.

"Belum, kami masih menunggu [data calon penerima BSU]. Mudah-mudahan dalam minggu ini," kata Anwar saat dihubungi Bisnis, Senin (17/10/2022).

Anwar memastikan hari ini pencairan belum dapat dilakukan. Namun, dia berharap pekan ini, BSU tahap 6 dapat segera digulirkan kepada penerima.

Baca Juga: BLT BBM dan BSU 2022 Cair, Berikut Syarat, Cara Cek dan Cara Daftar Penerima

Untuk diketahui, penyaluran subsidi gaji dari tahap 1-5 telah diberikan kepada 8.432.533 pekerja sebesar Rp600.000 per orang. Capaian tersebut setara dengan 65,66 persen dari total target penerima sebanyak 14,6 juta orang.

Diberitakan sebelumnya, pemberian data calon penerima BSU dari BPJS Ketenagakerjaan terus mengalami penurunan. Di tahap pertama, BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan 5,1 juta data peserta.

Dari total data perdana tersebut, hanya 4,1 juta peserta yang lolos dan berhak mendapat BSU Rp600.000 per orang. Kemudian, di tahap 2 diserahkan 2,4 juta data peserta dan hanya 1,6 juta yang menerina BSU.

Di tahap 3 diserahkan 2,06 juta data dan yang menerima hanya 1,35 juta peserta. Lalu, di tahap 4 menurun jumlahnya dari data yang diserahkan 1,58 juta dan yang menerima BSU hanya 1,09 juta.

Terakhir, di tahap 5 BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan 403.000 data peserta dan hanya 263.000 orang yang menerima BSU Rp600.000. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan pekerja yang belum menerima BSU salah satunya disebabkan karena tidak memiliki rekening Bank Himbara.

"Rata-rata yang belum menerima ini adalah tidak memiliki rekening di Bank Himbara. Kami akan salurkan melalui PT Pos Indonesia, mulai minggu depan akan mulai kita salurkan melalui Pos Indonesia," jelasnya dalam keterangan resmi, Kamis (13/10/2022). (*)

Berita Terkait

No Posts Found