Loker : HRGA Staff 📍 Placement: Lamongan   Perempuan, dengan pengalaman minimal 1 tahun di bidang HRGA Pendidikan minimal D3/S1 Memahami dan mampu menerapkan kebijakan serta prosedur HRGA Memiliki pengetahuan yang baik tentang peraturan ketenagakerjaan

📩 Send your updated CV to:
murih.hermawan@japfa.com

Begini Penjelasan Komnas KIPI Mengenai 30 Orang Meninggal Setelah Vaksinasi Covid-19

Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (Komnas KIPI) melaporkan, setidaknya ada 30 kasus kematian usai divaksin Covid-19. Diantaranya 27 kasus kematian usai menerima vaksin Sinovac dan 3 kasus usai menerima vaksin AstraZeneca.

Mei 21 2021, 06:55

Jakarta,-

Halo Pabrikers, Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (Komnas KIPI) melaporkan, setidaknya ada 30 kasus kematian usai divaksin Covid-19. Diantaranya 27 kasus kematian usai menerima vaksin Sinovac dan 3 kasus usai menerima vaksin AstraZeneca.

Meski begitu, dia memastikan kejadian tersebut tidak berkaitan dengan dampak langsung vaksinasi Covid-19. Berdasarkan investigasi lebih lanjut yang dilakukan Komnas KIPI, meninggalnya orang yang telah divaksinasi karena adanya beberapa penyakit yang diderita mereka.

"Yang meninggal Sinovac 27 (orang). Dari 27 itu, 10 orang karena terinfeksi COVID-19. 14 orang karena penyakit jantung dan pembuluh darah. 1 orang karena gangguan fungsi ginjal mendadak. 2 orang diabetes melitus, dan hipertensi yang tidak terkontrol," ujar Ketua Komnas KIPI Prof. Hindra Irawan, Kamis (20/5).

Ia menjelaskan diagnosis tersebut didapatkan setelah melakukan pemeriksaan data pasien, rontgen, dan CT-scan.

"Kenapa kami bisa buat diagnosis itu karena datanya lengkap. (Mereka) diperiksa, dirawat, dicek lab, di-ct scan, jadi dapet diagnosisnya," jelas dia.

Ia menjelaskan 3 kasus meninggal yang diduga akibat vaksinasi dengan AstraZeneca.

Pertama yakni kasus kematian Trio Fauqi Virdaus, pemuda asal Jakarta yang mengikuti vaksinasi Covid-19 di Gelora Bung Karno (GBK). Ia menyebut setelah divaksin, Trio mengalami efek samping seperti pusing hingga demam. 

Namun Hindra mengatakan penyebab meninggalnya Trio sulit diketahui lantaran dia tidak langsung datang ke dokter atau rumah sakit saat mengalami efek samping vaksinasi.

"Kebetulan ada dokter dan melihat, dan diagnosisnya death on arrivial. Jadi sulit untuk menentukan penyebab kematiannya, karena enggak ada data, enggak pernah periksa sama dokter, datang sudah meninggal,” kata Hindra. 

"Enggak ada lab, enggak ada rontgen, enggak ada CT-scan kepala, jadi sulit untuk mengatakan ini terkait sama imunisasi," tambahnya.

Ia menambahkan, setelah bertemu dan berdiskusi dengan keluarga almarhum Trio, Komnas KIPI akan melakukan autopsi pada jenazah guna mengetahui penyebab kematian.

Untuk kasus meninggal dunia yang dialami lansia asal Jakarta, Hindra meyakini penyebabnya bukan karena vaksin AstraZeneca, melainkan memiliki penyakit radang paru-paru.

Kemudian kasus yang terjadi di Ambon, KIPI mendapatkan data orang tersebut meninggal akibat terpapar Covid-19.

Sebagai informasi, Komnas KIPI merupakan lembaga yang kredibel dan independen yang memiliki fungsi dalam mengawasi pelaksanaan vaksinasi khusus untuk kejadian ikutan pasca imunisasi. (*)

Image Source : Media Indonesia

Berita Terkait

No Posts Found