Loker : HRGA Staff đź“Ť Placement: Lamongan   Perempuan, dengan pengalaman minimal 1 tahun di bidang HRGA Pendidikan minimal D3/S1 Memahami dan mampu menerapkan kebijakan serta prosedur HRGA Memiliki pengetahuan yang baik tentang peraturan ketenagakerjaan

đź“© Send your updated CV to:
murih.hermawan@japfa.com

Angka PHK Meningkat Menjadi 46.000, Ini Langkah Pemerintah untuk Mengatasinya

Sep 02 2024, 16:40

Jakarta,–

Hallo Pabrikers, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengonfirmasi bahwa angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) mengalami kenaikan yang signifikan belakangan ini. Menurut laporan terbaru dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), jumlah PHK telah menembus angka 46.240 kasus sejak awal tahun hingga akhir Agustus 2024.

Dalam pernyataannya yang disampaikan di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (2/9/2024), Ida Fauziyah mengungkapkan bahwa meski tren PHK sedang meningkat, Kemnaker terus melakukan berbagai upaya untuk mengurangi dampak tersebut. "Memang kita akhir-akhir ini mengalami peningkatan PHK. Kami terus berusaha untuk menekan angka PHK melalui berbagai upaya mitigasi, termasuk pertemuan antara manajemen dan pekerja untuk menemukan solusi yang saling menguntungkan," jelas Ida.

Ia berharap agar jumlah PHK tidak melampaui angka pada tahun 2023, dan menekankan bahwa salah satu upaya pencegahan adalah dengan membuka peluang kerja baru. "Kami baru saja mengadakan job fair nasional yang menawarkan 178.000 lowongan pekerjaan, sementara yang melamar sebanyak 93.000 orang. Ini menunjukkan bahwa masih ada ruang untuk menyerap tenaga kerja yang terdampak PHK," tambahnya.

Ida juga menyebutkan bahwa sektor-sektor yang paling terdampak oleh PHK adalah industri padat karya seperti tekstil, garmen, dan alas kaki. Meskipun terdapat kenaikan dalam angka PHK, kemunculan lapangan kerja baru memberikan harapan bagi pekerja yang terdampak.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Kemnaker, Indah Anggoro Putri, merinci bahwa jumlah PHK paling banyak terjadi di Jawa Tengah, diikuti oleh DKI Jakarta dan Provinsi Banten. Di DKI Jakarta, sektor jasa seperti restoran dan kafe mendominasi angka PHK, dengan total mencapai lebih dari 7.400 kasus.

"Di Jawa Tengah, PHK banyak terjadi di sektor manufaktur, termasuk tekstil, garmen, dan alas kaki. Sedangkan di DKI Jakarta, sektor jasa seperti restoran dan kafe mengalami dampak signifikan," pungkas Indah Anggoro Putri. (*)




Source :  finance.detik.com

Berita Terkait

No Posts Found