Loker : HRGA Staff 📍 Placement: Lamongan   Perempuan, dengan pengalaman minimal 1 tahun di bidang HRGA Pendidikan minimal D3/S1 Memahami dan mampu menerapkan kebijakan serta prosedur HRGA Memiliki pengetahuan yang baik tentang peraturan ketenagakerjaan

📩 Send your updated CV to:
murih.hermawan@japfa.com

Kawasan Industri Bekasi : Tikus Mati Di Lumbung Padi?

Bekasi,- Halo Pabrikers, Banyaknya Kawasan industri di suatu wilayah, tidak menjamin rendahnya angka pengangguran. Hal itu dikatakan oleh Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Industrial Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Bekasi Nur Hidayah.

Jun 15 2022, 02:35

Bekasi,-

Halo Pabrikers, Banyaknya Kawasan industri di suatu wilayah, tidak menjamin rendahnya angka pengangguran. Hal itu dikatakan oleh Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Industrial Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Bekasi Nur Hidayah.

Penyebabnya karena perusahaan di Kawasan Industri Terbesar se-Asia Tenggara yang ada di Kabupaten Bekasi itu dihuni oleh kurang lebih 7.000 perusahaan.

“Selama ini banyak masyarakat yang bilang ‘di Kabupaten Bekasi banyak kawasan industri, tapi pengangguran tinggi’. Bahasanya ada yang mengibaratkan seperti ‘tikus mati di lumbung padi’,” katanya, Senin (13/6).

Dia menjelaskan, banyaknya kawasan industri justru menjadi daya tarik bagi para pekerja dari berbagai wilayah. Namun demikian jumlah ketersediaan lowongan kerja justru tidak seimbang dengan banyaknya pelamar kerja yang datang dari wilayah lain.


Baca Juga :  10 Persen Pengangguran Bekasi Bukan Hanya warga Lokal 



Dengan adanya hal itu, wilayah Kabupaten maupun Kota yang memiliki kawasan industri besar, selalu mendapat permasalahan tingginya angka pengangguran.

“Padahal, kalau pakai rumus BPS, perandaiannya itu seperti, ‘ada gula, ada semut’. Daerah industri itu pasti angka penganggurannya tinggi, itu berdasarkan temuan dari BPS. Kenapa? Karena orang berdatangan ke sini, kalau mereka datang dalam posisi masih mencari kerja, akan terdata di kami sebagai pengangguran,” ujarnya.

Terlebih, Kabupaten Bekasi yang memiliki upah minimum kabupaten/kota (UMK) tertinggi di Indonesia. Menjadi salah satu daya tarik para pelamar kerja di berbagai wilayah datang, nekat mengadu nasib.

“Apalagi di sini kawasan industri terbesar se-Asia Tenggara dan upahnya tergolong tinggi di Indonesia. Ini jadi ‘gula’ yang diminati oleh ‘semut’. Jadi orang dari daerah melihat ada potensi di Bekasi ‘manis’, pada berdatangan,” ucapnya.(*)

Berita Terkait

No Posts Found