Loker : HRGA Staff 📍 Placement: Lamongan   Perempuan, dengan pengalaman minimal 1 tahun di bidang HRGA Pendidikan minimal D3/S1 Memahami dan mampu menerapkan kebijakan serta prosedur HRGA Memiliki pengetahuan yang baik tentang peraturan ketenagakerjaan

📩 Send your updated CV to:
murih.hermawan@japfa.com

3000 Karyawan Sudah Mengikuti Vaksin Gotong Royong di Kabupaten Bekasi

3000 karyawan sudah mengikuti vaksin gotong royong di Kawasan Industri Jababeka yaitu di PT Unilever, dan Kawasan Industri EJIP, PT Indonesia Epson Industry. Hal tersebut disampaikan oleh dr Alamsyah Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi.

Jun 10 2021, 09:30

Cikarang,-

Halo Pabrikers, 3000 karyawan sudah mengikuti vaksin gotong royong di Kawasan Industri Jababeka yaitu di PT Unilever, dan Kawasan Industri EJIP, PT Indonesia Epson Industry. Hal tersebut disampaikan oleh dr Alamsyah Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi.

Pada saat sosialisasi edukasi terkait perencanaan pelaksanaan vaksinasi gotong-royong di laksanakan di hotel sunnera Jababeka pada Kamis (10/06/2021). Diikuti sebanyak 70 perusahaan dan karyawan dari kawasan industri, serta dihadiri oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Pusat, Biofarma, Dinas Kesehatan, serta para perusahaan secara hybrid.

Sedangkan perusahaan-perusahaan lain menunggu antrean karena jumlahnya perusahaan di kawasan industri Jababeka tergolong banyak.

Seperti yang sudah diketahui vaksinasi gotong royong ini dilakukan untuk mengenal kekebalan tubuh komunal atau herd immunity dari 70-80 persen tervaksin.

Vaksinasi gotong-royong ini diperuntukan bagi pekerja perusahaan swasta, BUMN, seluruh karyawan swasta yang ada di Kabupaten Bekasi.

Direktur RS Cikarang Medika dr. Lusia mengatakan vaksinasi gotong-royong adalah upaya untuk mempercepat tercapainya kekebalan komunal dalam masyarakat.

Menurut dr. Lusia, bahwa alokasi vaksinasi gotong-royong masih terbatas dalam menyiapkan segala sesuatu yang termasuk dengan bagaimana faskes yang menjadi sarana pelayanan vaksinasi gotong-royong.

"Karena adanya keterbatasan, maka perlu adanya partisipasi dari pemerintah dan para pengusaha untuk saling bekerjasama dan membantu dalam penanganan memutus mata rantai Covid-19," ungkapnya. 

Ani selaku Humas Kadin Pusat mengatakan, "selain vaksinasi Covid-19 nasional yang diberikan secara gratis untuk berbagai lapisan masyarakat, pemerintah bekerjasama dengan Kadin juga menerapkan program vaksinasi gotong royong yang seluruh pembiayaannya ditanggung oleh pelaku usaha, sehingga tidak membebani ekonomi para pekerja," ujarnya. (tk)

Berita Terkait

No Posts Found